Sebagian
besar dari kita cukup terbiasa dengan pengaturan normal untuk membangun
database sebuah aplikasi, seperti: membuat database, membuat tabel, mengatur
indeks, CRUD data, menampilkan permintaan dari sisi klien dan melakukan
pemrosesan lebih lanjut jika diperlukan. Alur kerja itu bekerja dengan baik,
namun dalam banyak kasus ada satu aspek penting dari pemrograman database yang
hilang, yaitu: stored procedures.
Hampir
semua sistem database relasional mendukung stored procedures, MySQL 5 tentunya
telah mendukung stored procedures. Stored procedures adalah metode untuk
mengenkapsulasi tugas secara berulang. Sehingga memungkinkan kita untuk
mendeklarasikan variabel, mengontrol aliran data dan teknik pemrograman yang
berguna lainnya. Stored procedures dapat dipanggil oleh trigger, ataupun oleh
stored procedures lainnya, dan aplikasi seperti Java, Python, PHP. Stored
procedures yang memanggil dirinya sendiri dikenal sebagai recursive stored
procedures . Sebagian besar sistem manajemen basis data mendukung recursive
stored procedures.
Kelebihan Stored Procedures
·
Berbagi logic dengan aplikasi lainnya.
Stored procedures merangkum fungsionalitas untuk memastikan bahwa akses data
dan manipulasi koheren antara aplikasi yang berbeda.
·
Mengisolasi pengguna dari tabel data.
Fitur ini memberi Anda kemampuan untuk memberikan akses ke stored procedures
yang memanipulasi data namun tidak secara langsung ke tabel.
·
Berikan mekanisme keamanan. Jika Anda
hanya dapat mengakses data menggunakan stored procedures yang telah ditentukan,
tidak ada orang lain yang dapat menjalankan pernyataan SQL DELETE dan menghapus
data Anda.
·
Untuk meningkatkan kinerja karena
mengurangi lalu lintas jaringan. Dengan stored procedures, beberapa panggilan
bisa disatukan menjadi satu.
Kekurangan Stored Procedures
Ø Peningkatan
beban pada database server. Sebagian besar pekerjaan dilakukan di sisi server,
dan kurang pada sisi client.
Ø Anda
harus mempelajari sintaks pernyataan MySQL untuk menulis stored procedures.
Ø Jika
Anda mengulangi logika aplikasi Anda di dua tempat yang berbeda: kode bahasa
pemrograman dan kode stored procedures, membuat pemeliharaan aplikasi akan
menjadi lebih sulit.
Ø Migrasi
ke sistem manajemen basis data yang berbeda (DB2, SQL Server, dll) berpotensi
menjadi lebih sulit.
MySQL
dikenal sebagai RDBMS open source paling populer yang banyak digunakan oleh
masyarakat dan perusahaan terutama untuk membuat website ataupun aplikasi web.
Namun, selama beberapa tahun pertama keberadaannya, MySQL tidak mendukung
stored procedures, trigger, dan event. Sejak versi MySQL 5.0, fitur tersebut
ditambahkan ke database engine MySQL agar lebih fleksibel dan bertenaga.






0 komentar:
Posting Komentar